Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2010

pokoknya bukan salah saya

berpikir logis tidak perlu makan saya punya uang saku yang bisa disisihkan untuk keperluan cinta kata pak yanto, kita mesti punya strategi yang penuh, sehingga semua bisa berjalan sesuai dengan rencana tapi masih saja saya bimbang dengan argumentasi yang begituan saya sering pergi ke timur, ketemu dengan perasaan yang bimbang ku tinggalkan dan pergi ke barat, tidak ada komentar apa-apa labih baik diam, tapi tak semua diam adalah emas lalu saya hanya berpikir tentang yang benar, bukan kesalahan saya ketika menjadi sia-sia saya hanya dipersilahkan berperang dengan keringat, tak perlu korban benci, mungkin itu saja

12 Februari

aku tidak melupakan 12 februari, bentuk-bentuk yang sempurna, hari ini patah dan ada yang mematahkan bukan ulah siapa-siapa, murni kesalahan orang yang bercinta hampir separuh perjalanan dari hidup ini, tak terhitung waktunya, aku lukis bendera setengah tiang dalam diary, perjuangan seseorang yang tak berujung, akhirnya patah juga karena tak ada jalan dan tempat yang bagus dihatinya

tak ku beri judul

sekarang adalah hari kemerdekaan, boleh berteriak dan tertawa seriang mungkin tidak ada yagn peduli, orang-orang pada sibuk dengan pekerjaannya bahkan boleh berpikir, semua yang telah terjadi menjadi mati makanya, puisi ini tak berjudul karena akan membuat pusing saja kalau masih terbaca itu syukur yang besar untuk dipersembahkan pada bapak atau ibu anaknya bertaburan dimana-mana hari ini adalah hari bebas berekpresi, unjuk gigi bikin risih pada sebagian orang tapi itulah kebaikan yang akan dicatat bahkan dibukukan dalam hari pahlawan tak ku beri judul, semua bacaan telah berjudul, tinggal bertindak semena-mena demi kebaikan bangsa yang tak kenal lelah masih tercatat dengan tebal, terlihat di depan mata, alam ini terlalu banyak melihat agar semuanya dilakukan tanpa henti, bersabar lebih baik dari pada memohon anugerah

ayat-ayat

sebesar alam raya, tiada yang bisa memutarbalikkan fakta menjadi loncatan-loncatan batu meskipun ada yang menyebutkan inilah fakta, tidak ada juga yang mengatakan ini adalah awal dari sandiwara, dimulai dari ayat semuanya mencari dirinya sendiri untuk dipertanyakan di hari yang terakhir pada perjumpaannya diantara langit dan bumi. mau apa lagi yang bisa dilakukan manusia agar bisa diakui sebagai hambaNya.? tidak ada yang bisa menolong ketika dia tidak bisa apa-apa untuk menebusnya, membacakan ayat saja masih ngilu dan mencari alasan lain. bukan cerita lagi, karena itulah fakta yang manusia tidak bermulut untuk berbicara, sepeti dibelenggu yang bisa merintih atas kesakitan yang diderita, cobalah bacakan ayat tadi, ayat yang akan menyelamatkannya acim,a.nie