narsicius, biar ku tau
narsicius, persis yang telah kau ceritakan engkau yang membanggakan tidurmu, sehingga kau ajarkan mimpi untuk kematianmu masih sedikit orang yang mengenalmu dan mereka hanya merubah wajahnya secantik dan setampan mungkin untuk mengenali dirimu dalam perkenalan. engkaupun keluar dari air matamu, sebuah tanda penyesalan untuk jangka waktu yang kau inginkan. narsicius, di kapalamu terpasang mahkota setiap malam kau buatkan kolam di halaman rumah agar semua orang bisa bercermin di dalamnya maka tertidur pulaslah mereka dalam bayangannya, menyanyikan kekalahannya yang tenggelam narsicius, aku tau kau pasti bahagia dengan penampilanmu disana, dalam hidupmu telah kau temui wajah-wajah serupa, satu orang degan dua wajahnya yang berbeda, tapi itu adalah kisah yang sama, dan kau bilang bahwa mereka telah sama. rupawannya menjadi tauladan, matanya terpesona, air matanya bercampur air dikolam serta nyawamu kau tenggelamkan demi legenda dan kitab suci sekarang telah kau warnai anak-cucu itu dengan ...